Translate

Senin, 02 Juni 2014

Cerpen Kehidupan ~ Harapanku


     Hanya sekedar tulisan kecilku semata, yang mungkin dapat menginspirasi kalian:) Selamat membaca:)

   
Harapanku
            Kehidupan akan selalu berjalan sampai maut yang akan menghentikannya. Itulah yang sedang difikirkan oleh Devi, siswi yang duduk dibangku kelas 3 SMP, dia bersekolah di SMPN Pelita Bangsa. Fara adalah sosok perempuan yang tegar. Dia memang bukan anak yang terlahir dari keluarga ternama dan keluarga orang kaya, tapi dia selalu berharap kalau suatu saat nanti, ketika dia telah dewasa dia akan menjadi orang yang sukses dan menjadi seorang dokter agar ia dapat menunjukkan kepada orangtua nya kalau dia bisa, dia bisa menjadi orang yang sukses.
                Malam ini, Devi harus belajar untuk menempuh UNAS yang besok akan dilaksanakan. Dia harus berjuang untuk mendapat hasil yang maksimal, dan dia akan buktikan ke orangtua nya kalau dia juga bisa mendapat nilai yang memuaskan.
Aku akan tunjukkan ke Ibu dan Bapak kalau aku bisa mendapat nilai yang memuaskan di UNAS ini. Aku akan berusaha dan aku akan mengeluarkan semua ilmu yang telah aku pelajari 3 tahun ini. Aku tidak mau kalah dengan kakakku, karena AKU PASTI BISA!” batin Devi
                Pagi hari nya, Devi sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk berjuang dalam menghadapi UNAS pada hari pertama ini. Dia berdo’a semoga dalam mengerjakan soal UNAS nanti, dia tidak mendapat hambatan, sehingga dia dapat mengerjakan dengan maksimal.
Hari pertama, kedua, ketiga, dan hari keempat UNAS telah ia jalankan. Pada malam yang sunyi ini, ia mengambil buku diary nya yang ada di dalam lemari tempat ia meletakkan buku-bukunya. Ia segera menulis di lembar yang kosong dalam diary itu.

*on 8 Mei 2014*
        Dear Diary..
Ya Allah.. Tolong bantu aku. Aku udah belajar dengan semaksimal mungkin dalam menghadapi UNAS ini, aku mohon bantuan mu Ya Allah. Tolong pada saat pengumuman UNAS keluar, aku mohon semoga hasil UNAS ku memuaskan dan agar aku bisa diterima di SMAN Favorite, agar aku bisa membuat orangtua ku bangga Ya Allah J Aku mohon pertolonganmu Ya Allah. Agar aku bisa menunjukkan kepada orangtua kalau sebenernya aku itu bisa, hanya saja ada rasa malas yang menyelimuti ini semua. Tolong kabulkan permintaanku ini Ya Allah. Amin~ :)
                Itulah isi Diary yang barusan Devi tulis. Ia mencurahkan segala permohonannya ke dalam Diary itu. Ia benar-benar ingin menunjukkan kepada orangtua nya kalau sebenarnya dia itu bisa.
               
               
*1 bulan kemudian
                Setelah cukup lama menunggu, dan sekarang hasil pengumuman UNAS telah keluar. Ia segera mengambil laptopnya, dan segera membuka website yang telah diberitahu oleh gurunya itu. Ia menulis nama website itu dan ia segera menulis nomor ujiannya dalam website yang ia ketik. Setelah menunggu, akhirnya hasil nya telah keluar. Ia bersyukur karena ujiannya tidak terlalu buruk, iyaa mendapat 38,50 . hasil yang cukup untuk masuk SMA Negeri bukan?
                Malam telah berganti pagi. Pagi ini, ia akan mengatakkan hasil UNAS nya yang telah keluar itu.
“Bu, kemarin aku sudah melihat hasil ujianku.”
“Lalu hasilnya bagaimana? Apa bagus?”
“Ini hasilnya.” Jawab Devi sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi hasil ujiannya. Semalam setelah ia mengetahui hasil ujiannya, ia segera menge-print nya.
“Alhamdulillah nilai ujian mu bagus. Ibu bangga sama kamu nak” ujar Ibu
“Ibu nggak lupa sama janji Ibu untuk membelikan HandPhone baru untuk aku kan?”
“Ibu tidak lupa ko’ , seminggu lagi kita beli HandPhone nya yaa.” Jawab Ibu
Memang dari sebelum ujian, Ibu Devi pernah menjanjikan kalau nilai ujiannya bagus, Ia akan dibelikan HandPhone baru.
“Terimakasih yaa bu” ucap Devi sambil memeluk sang Ibu.
                Terkadang banyak orangtua yang membedakan dengan orang lain. Tetapi, maksud orangtua itu baik, ia ingin kalau anaknya itu seperti orang yang baik, agar anak-anak nya bisa menjadi lebih baik, dan agar masa depan dan cita-cita mereka bisa tercapai. Orangtua membedakan kita dengan maksud yang baik, bukan karena mereka benci kepada kita. :)
*Selesai*

Tidak ada komentar: