Hanya sekedar tulisan kecilku semata, yang mungkin dapat menginspirasi kalian:) Selamat membaca:)
Harapanku
Kehidupan akan selalu berjalan sampai maut yang akan
menghentikannya. Itulah yang sedang difikirkan oleh Devi, siswi yang duduk
dibangku kelas 3 SMP, dia bersekolah di SMPN Pelita Bangsa. Fara adalah sosok
perempuan yang tegar. Dia memang bukan anak yang terlahir dari keluarga ternama
dan keluarga orang kaya, tapi dia selalu berharap kalau suatu saat nanti,
ketika dia telah dewasa dia akan menjadi orang yang sukses dan menjadi seorang
dokter agar ia dapat menunjukkan kepada orangtua nya kalau dia bisa, dia bisa
menjadi orang yang sukses.
Malam ini, Devi harus belajar
untuk menempuh UNAS yang besok akan dilaksanakan. Dia harus berjuang untuk
mendapat hasil yang maksimal, dan dia akan buktikan ke orangtua nya kalau dia
juga bisa mendapat nilai yang memuaskan.
“Aku akan tunjukkan ke Ibu dan Bapak
kalau aku bisa mendapat nilai yang memuaskan di UNAS ini. Aku akan berusaha dan
aku akan mengeluarkan semua ilmu yang telah aku pelajari 3 tahun ini. Aku tidak
mau kalah dengan kakakku, karena AKU PASTI BISA!” batin Devi
Pagi hari nya, Devi sudah
bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk berjuang dalam menghadapi UNAS pada
hari pertama ini. Dia berdo’a semoga dalam mengerjakan soal UNAS nanti, dia
tidak mendapat hambatan, sehingga dia dapat mengerjakan dengan maksimal.
Hari
pertama, kedua, ketiga, dan hari keempat UNAS telah ia jalankan. Pada malam
yang sunyi ini, ia mengambil buku diary
nya yang ada di dalam lemari tempat ia meletakkan buku-bukunya. Ia segera
menulis di lembar yang kosong dalam diary itu.
*on 8
Mei 2014*
Dear Diary..
Ya
Allah.. Tolong bantu aku. Aku udah belajar dengan semaksimal mungkin dalam
menghadapi UNAS ini, aku mohon bantuan mu Ya Allah. Tolong pada saat pengumuman
UNAS keluar, aku mohon semoga hasil UNAS ku memuaskan dan agar aku bisa
diterima di SMAN Favorite, agar aku bisa membuat orangtua ku bangga Ya Allah J Aku mohon pertolonganmu Ya
Allah. Agar aku bisa menunjukkan kepada orangtua kalau sebenernya aku itu bisa,
hanya saja ada rasa malas yang menyelimuti ini semua. Tolong kabulkan
permintaanku ini Ya Allah. Amin~ :)
Itulah isi Diary yang barusan
Devi tulis. Ia mencurahkan segala permohonannya ke dalam Diary itu. Ia
benar-benar ingin menunjukkan kepada orangtua nya kalau sebenarnya dia itu
bisa.
*1 bulan kemudian
Setelah cukup lama menunggu, dan
sekarang hasil pengumuman UNAS telah keluar. Ia segera mengambil laptopnya, dan
segera membuka website yang telah diberitahu oleh gurunya itu. Ia menulis nama
website itu dan ia segera menulis nomor ujiannya dalam website yang ia ketik.
Setelah menunggu, akhirnya hasil nya telah keluar. Ia bersyukur karena ujiannya
tidak terlalu buruk, iyaa mendapat 38,50
. hasil yang cukup untuk masuk SMA Negeri bukan?
Malam telah berganti pagi. Pagi
ini, ia akan mengatakkan hasil UNAS nya yang telah keluar itu.
“Bu,
kemarin aku sudah melihat hasil ujianku.”
“Lalu
hasilnya bagaimana? Apa bagus?”
“Ini
hasilnya.” Jawab Devi sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi hasil
ujiannya. Semalam setelah ia mengetahui hasil ujiannya, ia segera menge-print
nya.
“Alhamdulillah
nilai ujian mu bagus. Ibu bangga sama kamu nak” ujar Ibu
“Ibu nggak
lupa sama janji Ibu untuk membelikan HandPhone baru untuk aku kan?”
“Ibu tidak
lupa ko’ , seminggu lagi kita beli HandPhone nya yaa.” Jawab Ibu
Memang dari
sebelum ujian, Ibu Devi pernah menjanjikan kalau nilai ujiannya bagus, Ia akan
dibelikan HandPhone baru.
“Terimakasih
yaa bu” ucap Devi sambil memeluk sang Ibu.
Terkadang banyak orangtua yang
membedakan dengan orang lain. Tetapi, maksud orangtua itu baik, ia ingin kalau
anaknya itu seperti orang yang baik, agar anak-anak nya bisa menjadi lebih
baik, dan agar masa depan dan cita-cita mereka bisa tercapai. Orangtua
membedakan kita dengan maksud yang baik, bukan karena mereka benci kepada kita. :)
*Selesai*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar