Translate

Kamis, 24 September 2015

About Love

Untukmu...
Orang yang aku sayang:)




Haruskah Aku Menyerah..?


Untuk kau yang aku sayang..
          Haruskah aku menyerah tuk menggapaimu? Haruskah aku merelakanmu untuk orang lain? Haruskah aku terus-menerus menjadi orang yang selalu mengalah untuk menjadi pendampingmu? Haruskah mimpiku tuk bisa menjadi kekasihmu sirna begitu saja…? Apa aku bisa jika aku harus kehilangan dirimu? Apa aku bisa kehilangan sosok yang telah ku jadikan semangat hidupku? Haruskah aku menyerah, dan membiarkanmu bersama wanita yang lebih baik dariku? Namun, apakah aku rela tuk melepasmu? Tentu tidak! Aku masih tidak rela jika harus melepasmu untuk wanita lain. Sungguh!
          Aku belajar. Aku belajar untuk berdamai dengan waktu dan takdir Tuhan. Aku masih disini untuk menggapaimu. Untuk berjalan pun masih takku lakukan. Yang aku lakukan hanyalah merenung dan berdoa, agar Tuhan mentakdirkan kita tuk bersama. Aku sudah lama menunggu sang waktu menjawab semua harapan, namun hingga saat ini, sang waktu belom mengirim jawaban atas semua harapan tersebut. Aku hanya berharap jika suatu saat nanti kita bisa bersama sebagai seorang kekasih. Hanya itu. Dan jawaban yang aku tunggu hanyalah aku dan kau bisa bersama menjalani hidup ini, menjalani lika-liku kehidupan ini berdua, menghadapi cobaan hidup yang silih berganti bersama denganmu, sebagai seorang kekasih.
          Aku tidak berjalan menjauh, karena aku berlari mendekat. Namun ketika aku mencoba berlari ke arahmu, entah mengapa kau pun ikut berlari, namun yang lakukan ialah berlari menjauh dariku. Tak bisa kah kau memberi satu kesempatan padaku untuk dapat bersamamu? Aku memang tak menarik seperti wanita lain. Dan jika kau mencari wanita yang cantik dan menarik, baiklah, aku akan mundur. Namun jika kau mencari wanita yang selalu ada untukmu, aku akan berada dibarisan paling depan tuk menunggu. Menunggu kesempatan menjadi orang yang akan kau pilih.
          Terkadang aku sedih jika ingat bahwa aku orang pertama yang memperjuangkanmu. Namun hingga detik ini, tak ada kata ‘KITA’ diantara aku dan kau. Apa memang aku tak pantas tuk berada disampingmu? Jika memang aku tak pantas, mohon beri aku alasannya. Sudah genap satu tahun aku menunggumu disini, berharap jika sewaktu-waktu kau akan dating. Namun ternyata tidak. Kau hanya datang dalam mimpiku bukan dalam kehidupan asliku. Apa kau rela membiarkan wanita menunggumu sekian lama? Tak bisa kah kau memberi kepastian untuk ini semua?
          Entah apa yang harus ku putuskan. Haruskah aku bertahan tuk menunggumu meski aku harus terus menerus merasakan sakit, atau aku harus berhenti tuk menunggumu dan mencoba mengubur semua kenangan ini? Haruskah aku menyerah tuk mendapatkanmu? Tidak! Jika ada orang yang bertanya, mengapa kau masih menunggu nya yang kau pun tak tahu bahwa kalian bisa bersama atau tidak? Dan aku akan menjawab, aku rela menunggu dirinya karena ia telah berhasil membuatku bahagia, aku rela menghabiskan waktuku tuk menunggu nya menghampiriku, aku akan menunggunya hingga aku lelah dan menyerah pada sang waktu, biarlah sang waktu yang menjawab semuanya. Biarlah Tuhan yang menentukan mana yang terbaik untuk kita. Apa kita harus bersama, atau lebih baik kita hanya teman.
          Yang jelas..
Aku masih disini. Masih menunggu orang yang sama. Masih menunggu kesempatan yang kan ia berikan jika memang ia memberi kesempatan untukku. Terimakasih telah mengajarkanku untuk bersabar menunggu sesuatu yang tak pasti. Terimakasih telah mengajarkanku arti kehilangan dan arti bahagia yang sesungguhnya. Terimakasih karena kau telah membuatku bertahan.
          I’ll wait you, till I tired for waiting. I’m here, and I waiting.
Love You too much Babe

Sincerely
                                                                     Rachma

Tidak ada komentar: