Orang yang aku sayang:)
Haruskah
Aku Menyerah..?
Untuk kau yang aku
sayang..
Haruskah aku menyerah tuk menggapaimu?
Haruskah aku merelakanmu untuk orang lain? Haruskah aku terus-menerus menjadi
orang yang selalu mengalah untuk menjadi pendampingmu? Haruskah mimpiku tuk
bisa menjadi kekasihmu sirna begitu saja…? Apa aku bisa jika aku harus
kehilangan dirimu? Apa aku bisa kehilangan sosok yang telah ku jadikan semangat
hidupku? Haruskah aku menyerah, dan membiarkanmu bersama wanita yang lebih baik
dariku? Namun, apakah aku rela tuk melepasmu? Tentu tidak! Aku masih tidak rela
jika harus melepasmu untuk wanita lain. Sungguh!
Aku belajar. Aku belajar untuk
berdamai dengan waktu dan takdir Tuhan. Aku masih disini untuk menggapaimu.
Untuk berjalan pun masih takku lakukan. Yang aku lakukan hanyalah merenung dan
berdoa, agar Tuhan mentakdirkan kita tuk bersama. Aku sudah lama menunggu sang
waktu menjawab semua harapan, namun hingga saat ini, sang waktu belom mengirim
jawaban atas semua harapan tersebut. Aku hanya berharap jika suatu saat nanti
kita bisa bersama sebagai seorang kekasih. Hanya itu. Dan jawaban yang aku
tunggu hanyalah aku dan kau bisa bersama menjalani hidup ini, menjalani
lika-liku kehidupan ini berdua, menghadapi cobaan hidup yang silih berganti
bersama denganmu, sebagai seorang kekasih.
Aku tidak berjalan menjauh, karena aku
berlari mendekat. Namun ketika aku mencoba berlari ke arahmu, entah mengapa kau
pun ikut berlari, namun yang lakukan ialah berlari menjauh dariku. Tak bisa kah
kau memberi satu kesempatan padaku untuk dapat bersamamu? Aku memang tak
menarik seperti wanita lain. Dan jika kau mencari wanita yang cantik dan
menarik, baiklah, aku akan mundur. Namun jika kau mencari wanita yang selalu
ada untukmu, aku akan berada dibarisan paling depan tuk menunggu. Menunggu
kesempatan menjadi orang yang akan kau pilih.
Terkadang aku sedih jika ingat bahwa
aku orang pertama yang memperjuangkanmu. Namun hingga detik ini, tak ada kata
‘KITA’ diantara aku dan kau. Apa memang aku tak pantas tuk berada disampingmu?
Jika memang aku tak pantas, mohon beri aku alasannya. Sudah genap satu tahun
aku menunggumu disini, berharap jika sewaktu-waktu kau akan dating. Namun
ternyata tidak. Kau hanya datang dalam mimpiku bukan dalam kehidupan asliku.
Apa kau rela membiarkan wanita menunggumu sekian lama? Tak bisa kah kau memberi
kepastian untuk ini semua?
Entah apa yang harus ku putuskan.
Haruskah aku bertahan tuk menunggumu meski aku harus terus menerus merasakan
sakit, atau aku harus berhenti tuk menunggumu dan mencoba mengubur semua kenangan
ini? Haruskah aku menyerah tuk mendapatkanmu? Tidak! Jika ada orang yang
bertanya, mengapa kau masih menunggu nya yang kau pun tak tahu bahwa kalian
bisa bersama atau tidak? Dan aku akan menjawab, aku rela menunggu dirinya
karena ia telah berhasil membuatku bahagia, aku rela menghabiskan waktuku tuk
menunggu nya menghampiriku, aku akan menunggunya hingga aku lelah dan menyerah
pada sang waktu, biarlah sang waktu yang menjawab semuanya. Biarlah Tuhan yang
menentukan mana yang terbaik untuk kita. Apa kita harus bersama, atau lebih
baik kita hanya teman.
Yang jelas..
Aku masih disini.
Masih menunggu orang yang sama. Masih menunggu kesempatan yang kan ia berikan
jika memang ia memberi kesempatan untukku. Terimakasih telah mengajarkanku
untuk bersabar menunggu sesuatu yang tak pasti. Terimakasih telah mengajarkanku
arti kehilangan dan arti bahagia yang sesungguhnya. Terimakasih karena kau
telah membuatku bertahan.
I’ll wait you, till I tired for
waiting. I’m here, and I waiting.
Love You too much
Babe
Sincerely
Rachma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar