Translate

Sabtu, 21 Desember 2013

Cerpen Cinta ~ Diam Diam Suka

Cerpen Cinta





Diam Diam Suka

                Hari demi hari mulai berganti. Tahun demi tahun mulai berganti. Dan tak terasa kini aku telah menjadi siswi kelas 10 di SMA Adikhawacana. Hari ini adalah hari pertama aku melakukan MOS, hhh semoga saja MOS di hari pertama ini berjalan lancar. Setelah semua kebutuhan MOS siap, aku langsung menuju ke meja makan untuk makan pagi. “pagi ma, pa” sapa ku ke mama dan papa. “oh, jadi Cuma mama sama papa aja nih yang disapa, kakak enggak disapa nih?” sahut kakakku. “oh iya kelupaan, selamat pagi kakakku yang jelek” balas ku. “huh, dasar kamu” balas kakakku. “sudah-sudah buruan makan, nanti kalian bisa terlambat loh” ujar mama. Setelah selesai makan, aku pamit ke mama dan papa untuk berangkat sekolah.
                Saat menginjakkan kaki di sekolah ini aku dibuat cengo oleh nya. Sekolah ini sangat bagus, apakah anak-anak yang sekolah di sini rata-rata anak orang kaya ya? Ahh sudahlah, lebih baik aku langsung masuk daripada nanti terlambat, pikirku dan kemudian masuk ke dalam untuk mengikuti MOS di hari pertama ini. Aku kira MOS nya di dalam ruangan, eh ternyata di lapangan, mana panas, nggak di mulai-mulai pula MOS nya, ujarku dalam hati. Tiba-tiba seorang laki-laki berparas tinggi naik ke podium, entah siapa orang itu. Mungkin kah dia ketua OSIS nya?? Ahh benar saja, ternyata laki-laki itu adalah ketua OSIS di Sekolah ini, ganteng sih dia, ujarku pelan.
                Akhirnya, saat yang menyebalkan ini selesai. Kenapa coba di dunia ini harus ada yang namanya MOS, menyita waktu banget kan. Kalau aku tau ternyata MOS itu hal yang sangat menyita waktu, lebih baik tadi aku tidak masuk saja. Eh tapi gapapa deh, kan bisa ketemu sama ketua OSIS yang ganteng. Iya sih tuh ketua OSIS ganteng, tapi cuekk nya minta ampun.
                Sekarang saat nya bulan dan bintang menggantikan posisi matahari untuk menyinari para makhluk hidup di bumi ini. Ku tatap bintang yang ada di langit, tapi kenapa tiba-tiba ada bayangan ketua OSIS yang entah siapa namanya. Akhirnya aku melanjutkan tugas ku untuk membuat bahan MOS besok. “hhh, selesai juga ini tugas, mana ini udah malem banget pula. Time to sleep. Night”.
                Pagi yang cerah, saatnya melakukan aktifitas di pagi hari. Ku lirik jam yang ada di kamar, ahh masih jam 5, kuputuskan untuk tidur kembali hingga jam setengah 6. Tiba-tiba mama masuk ke dalam kamar dan “sayang ko’ masih tidur sih, bangun dong emang nya kamu enggak sekolah apa?” tanya mama sembari membuka korden. “ini masih pagi ma, ini itu masih jam 5. Mama bangunin aku jam setengah 6 aja” ujarku tanpa sadar. “apa kamu bilang, jam 5?? Ini itu udah jam setengah 7 sayang” jawab mama. “oh sekarang jam setengah 7” aku langsung bangun melihat jam dan tidur lagi, dannnn “whaattt, jam setengah 7. Ahh mama kenapa enggak bangunin aku dari tadi sih?” ujarku dan berlalu ke kamar mandi. Setelah semua selesai aku mulai turun ke bawah dengan terburu-buru, aku langsung berangkat tanpa sarapan.
                Tiada yang indah di pagi ini. Sekolah sudah terlihat sepi, aku langsung menuju ke lapangan karena aku tahu pasti MOS ke-2 juga dilaksanakan di lapangan, ternyata dugaanku benar. Aku langsung berbaris di barisan kelas ku. Tiba-tiba “heii kamu yang baru datang, sini” ujarnya. Aku langsung ke depan, pasti bakal dimarahi nih, tebakku. “heh, kamu tau nggak sih ini itu jam berapa? Dan mana perlengkapan MOS mu?” tanyanya. “ini” jawabku menunjuk ke arah kepala. “ini mana, karena kamu tidak memakai atribut dengan lengkap, kamu harus bisa mengumpulkan tanda tangan semua OSIS sampai jam sekolah berakhir” ujarnya.
                Gilaa kali ya tuh ketua OSIS, ganteng sih ganteng tapi galak nya minta ampun, mana tuh orang cuek pula, gerutu ku. Hhh~ tinggal minta tanda tangan ketua OSIS dan berakhir lah hukuman yang menyebalkan ini. Setelah berkeliling untuk mencari ketua OSIS, akhirnya aku temukan dia di bawah pohon. “ini kak tanda tangan semua OSIS, tapi aku minta tanda tangan kakak dulu baru semua nya selesai” ujarku sambil memberikan buku. “nih” balasnya sambil memberikan buku yang telah ditanda tanganinya. “makasih kak”. “iyaa sama-sama, oh yaa nama mu siapa?” tanyanya. “nama aku Elizabeth Teni Ekel , kakak panggil Teni aja. Nama kakak sendiri siapa?” jawab dan tanyaku. “nama yang bagus. Namaku Edward  Christ Julian, panggil Christ aja” balas nya sembari tersenyum.
                Jam itu seperti hari, bulan, dan tahun yang selalu berjalan tanpa bisa dihentikan. Beberapa jam yang lalu ialah kejadian yang tidak akan pernah ku lupakan. Andai saja waktu bisa dihentikan, aku ingin menghentikannya saat kejadian beberapa jam yang lalu. Apakah iyaa jika sering memikirkan orang lain itu tandanya kita suka ke orang itu? Kalau memang benar, berarti aku termasuk orang itu dong? Tapi kan aku baru kenal dengan kak Christ, masak iyaa sih aku udah suka dengannya? Atau aku jadi screet admirer nya saja ya? Ahh iyaa, lebih baik aku jadi screet admirer nya kak Christ saja.
                Pagi dunia. Hari ini adalah hari terakhir aku menjalani kegiatan yang sangat menyita waktu itu, apalagi kalau bukan MOS. Hari terakhir nih, semangat!! Semoga hari terakhir MOS ini berjalan lancar. Sudah siap! Waktu nya berangkat. Eitss, tiba-tiba handphone ku bergetar, ternyata itu SMS. Aku segera membaca SMS itu, ahh ternyata SMS itu dari kak Christ, ini isinya
Number : 08575316747
Content:
            Pagi.. Cuma mau ngingetin aja, perlengkapan MOS nya jangan sampe kelupaan              lagi, entar kena hukum lagi loh kalau nggak bawa perlengkapannya. hehehe *Christ*

  Hari ini hari yang paling indah bagi ku, bahkan tak ada satu orang pun yang dapat mengalahkan kebahagiaan ku, Kak Christ adalah orang yang aku suka, tanpa aku mengerti, pagi ini dia mengingatkan ku akan perlengkapan MOS.
Setibanya aku di sekolah, Kak Christ menyapa ku dengan senyuman manisnya yang indah, aku terpana melihat senyumannya, seakan-akan aku melayang terbang ke angkasa. Kak Christ mengajak ku ke tempat dimana dilaksanakannya MOS. Aku dan dia berjalan berdua sehingga begitu akrab dilihat oleh teman-teman yang lain, tapi aku tak peduli, karena inilah yang aku tunggu, hari dimana aku ingin berdekatan dengannya. Bel pulang sekolah berbunyi, itu tandanya MOS telah berakhir, aku segera menelpon mama untuk menjemputku, ketika aku menekan tombol “m” Kak Christ mengajakku pulang bersamanya, sungguh berdebar hati ku ketika dia melontarkan itu kepada ku, rasanya kan nggak mungkin banget cowok seganteng dia, ketua osis, pinter pula mengajak cewek seperti ku pulang bareng, alias nebeng lah ya, walaupun itu di tawarkan olehnya.
Tanpa berfikir panjang, aku jelas menerimanya, dan aku langsung masuk ke mobil sedan bmw nya. Di dalam mobil kita saling bertukar fikiran untuk menjawab soal kuis yang di siarkan dari radio, ya kadang berdebat sih tapi ujung-ujung nya juga ketawa bersama.
Sesampainya aku di rumah, ku lepas sepatu dan segera ke kamar. Disaat aku ingin tidur siang, wajahnya selalu terbayang di fikiran ku, aku merasa kalau aku yang paling Kak Christ perhatikan beberapa hari ini “tapi mana mungkin lah, aku kan cewek biasa, di sekolah kakak osis kan cantik-cantik, mana mungkin Kak Christ suka dengan ku, mungkin hanya sebatas kakak adik, hhh”pikirku. Ketika aku ingin memejamkan mata, HP ku berdering terpampang nyata nama “Kak Christ” menelpon ku, pikir ku “ada apa ketua osis ini menelpon ku siang-siang? Ah ya sudah lah mungkin hanya sekedar menelpon saja” ku angkat telponnya “hallo cewe imut”  “hah? Cewe imut?” sahut ku “iya lah cewe imut, kamu kan imut?” sahut Kak Christ “bisa aja sih kak hahaha, ada apa telpon siang bolong gini?” sahut ku lagi “ya gak papa sih? Kenapa memangnya? Nggak boleh? Ya udah sih kalo gak boleh, aku matiin aja” jawab Kak Christ. “eittss jangan dimatiin dulu kak, yaa nggak papa sih kakak telpon, cuman kan enggak biasanya aja kakak telpon, ada setan apa coba yang masuk ke diri kakak” jawabku sambil tertawa. “dasar kamu yaa, emang kakak melihara setan gitu?” balas kak christ dengan nada jengkel.
Mengingat mu merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku. Memiliki mu adalah hal yang sangat ku inginkan, tapi tidak mungkin aku bisa memilikimu. Waktu selalu berputar, siang kini telah menjadi malam, matahari mulai terbenam dan bulan bintang mulai menggantikan posisinya. Ku tatap bintang yang bertebaran di langit, mereka sungguh indah seperti mu. Apa iyaa ini saatnya aku menyatakan perasaanku yang sebenarnya kepada kak christ? Saat aku sedang memikirkannya, kak christ meneleponku, apa ini yang dinamakan jodoh? Aku segera menggangkatnya “hallo ada apa kak malam-malam telepon aku?” tanyaku. “hmm, nggak ada apa-apa sih, Cuma lagi pengen telpon kamu aja, ada yang mau aku omongin juga” balas nya. “memangnya kakak mau bicara soal apa? Katakanlah kak” balasku. “ehhmm.. aku sebenarnya.. ehhmm aku.. ak..” balas nya dengan gugup. “kakak kenapa? Katakan saja” balasku penasaran. “ehhmm, aku suka sama kamu” balasnya dengan cepat. “ap.. apa? Kakak suka denganku? Apa kakak tidak salah orang?” tanyaku. “tidak, aku tidak salah orang. Aku sudah suka denganmu sejak awal bertemu. Tapi aku baru bisa menyatakan padamu sekarang, karena aku malu. Apakah kamu mau jadi pacarku?” jelasnya. “ehhmm kak, sebenarnya awal aku bertemu kakak, aku juga sudah mulai mencintai kakak, tapi aku malu untuk mengakuinya. Jika kakak tidak salah orang, aku mau jadi pacar kak” balasku.
Mungkin awalnya hanya sebuah harapan saja untuk memilikinya, namun sekarang aku benar-benar telah menjadi kekasihnya. Tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaanku untuk saat ini, karena aku benar-benar merasa senang. Aku telah berusaha mendapatkannya, dan kini dia telah resmi menjadi kekasihku, yaa dia adalah kak christ.
*Selesai*

Tidak ada komentar: